Mudik? Mudah-Mudahan Diberkati
Sebagai orang yang lama tinggal di perantauan, yang namanya mudik tidak pernah terlewat. Mau gak mau si mudik ini sudah jadi agenda tetap tahunan. Sebel? Yah enggaklah. Gimana bisa sebel coba, kalo akan ada banyak detik-detik indah yang akan dilewati bersama orang tercinta.
Mudik memang datang dengan segala ceritanya yang berwarna. Dari persiapan pernak-perniknya, perjalanannya, tempat tujuannya, sampai cerita kembali ke kota asal. Mari bikin mudik kali ini lebih berkesan. Mudah-mudahan kita diberkati
- Pesan tiket jauh-jauh hari
Beda lho harga tiket yang dibeli pada waktu keberangkatan sama dengan jauh hari sebelumnya. Menurut pengalaman saya sendiri, harga tiket itu tidak pernah sama. Meskipun Anda menceknya di hari yang sama. Perhatikan kapan biasanya Anda sudah bisa libur kuliah atau kerja, lalu pesan. Sampai time-booking yang sudah ditentukan, Anda bisa cari-cari harga tiket lain. Siapa tau ada yang lebih murah.
- Pilih penerbangan pagi
Entah kenapa ya, tiap berangkat dengan pesawat yang sorean dikit, pasti kena delay. Ini bukan tentang maskapai nya ya. Pernah nyoba pesawat yang agak malam lagi, ehhh malah delay nya maksimal. Kayaknya delay untuk penerbangan sore dan sesudahnya itu merupakan kumpulan delay-delay sebelumnya. Jadi wajar, kalo jeda delaynya amat lama.
- Bawa makanan berbuka
Karena mudik yang kita maksudkan untuk lebaran, maka pastinya kita berada di bulan Ramadhan. Beberapa maskapai memang menyediakan makanan untuk berbuka, tapi membawa satu botol minuman manis tidak akan memberatkan Anda, kan?
- Ini sih sebenarnya prioritas tambahan, tapi penting juga dan membawa kebahagiaan bagi mereka yang mendapatkannya. Oleh-oleh. Yups….. Biar tidak terlalu berdesasakan dengan sesama pembeli yang “senasib” seperti kita, membeli jauh-jauh hari juga gak salah. Anda bisa dapat barang yang Anda inginkan tanpa harus kesal karena penjual berbagi perhatian dengan pembeli lainnya. Memberi oleh-oleh/hadiah sendiri juga dianjurkan lho oleh Rasulullah. Mari cek hadits berikut.
“Saling memberi hadiahlah, niscaya kamu akan saling mencintai” (HR Bukhari)
- Bikin agenda yang jelas
Yang namanya mudik bukan perjalanan untuk tinggal selamanya. Jadi, pastikan waktu yang kita punya selama rentang waktu itu bermanfaat dan berkesan. Keluarga tentunya menjadi prioritas. Teman-teman lama jangan dilupakan. Dengan menjaga silaturahim, insya Allah dipanjangkan umur dan dimurahkan rezeki kita.
- Berdoa
Kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi dan kepada Dia Sang Maha Penjaga, mari kita serahkan segala yang kita usahakan kebaikannya kepadaNya.
Berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut dan penuh harap. Sesungguhnya rahmat Allah sangat dekat kepada orang-orang yang berbuat kebaikan. (Q.S. Al-A’raaf: 55-56)
Tahun ini sih gak mudik, tapi senang bisa berbagi pengalaman mudik kepada Anda semua. Semoga selamat sampai tujuan dan uppsss ada yang terlupa. Satu lagi, satu tips yang hampir terlupa: Hati-Hati!









